Sabtu, 03 Agustus 2013

0 Cara Membangun Server Jaringan Dengan Mudah


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!



Mengapa saya mengambil judul Cara Membangun server jaringan dengan mudah?, saya katakan lebih mudah karena kali ini kita akan dapat membangun atau konfigurasi berbagai server jaringan dengan sangat mudah menggunakan Antarmuka Grafis (GUI). ya ini adalah terobosan baru dalam Cara Membangun server jaringan, biasanya kita membangun server jaringan menggunakan OS server jaringan, dengan segala Interfacenya yang rumit, panjang, Case sensitif, dll pokonya ribet banget deh..
Sekarang sudah ada nih cara konfig server jaringan yang jauh lebih mudah, caranya yaitu menggunakan OS server Jaringan yang Antarmuka confignya menggunakan mode Grafis, bukan terminal yang bikin ribet.

Ini dia nama OSnya, "ClearOS" namanya, sobat tinggal Download OSnya terus Install dan sobat udah bisa dengan mudah membangun berbagai server jaringan.


Sedikit mengenai ClearOS:
ClearOS adalah linux yang di kostumasi khusus untuk keperluan
server.Dengan berbagai fitur yang powerfull dan setting yang simple, ClearOS
menjadi alternative pilihan, baik untuk pemula yang tidak mengerti linux sama sekali
maupun untuk professional yang memerlukan kemampuan terbaik dari OS linux
server. Berbasis Linux Red Hat Enterprise 5, menjadikan ClearOS memiliki source
base yang kuat dan stabil untuk dijalankan sebagai server di warnet,game
online,kantor-kantor,dan perusahaan.
Kemudahan setting:
Dengan fitur webconfig terintegrasi, ClearOS menyajikan kemudahan setting dengan
panduan grafis.Membuat seorang pemula sekalipun mampu membuat server Linux
yang handal dan powerfull
Berbagai fungsi dan fitur dari ClearOs adalah sbb:
Directory Features
· Integrated LDAP for User and Group Management
· User Security Certificate Manager
Network Features
· Multi-WAN
· VPN - PPTP, IPsec, OpenVPN
· DMZ and 1-to-1 NAT
· Stateful Firewall
· Local DHCP and DNS Servers
Gateway Features
· Antimalware - Antivirus, Antiphishing, Antispyware
· Antispam
· Bandwidth Management
· Intrusion Protection, Intrusion Prevention, Intrusion Detection
· Protocol Filtering including Peer-to-Peer Detection
· Content Filter
· Web Proxy
· Access Control
Server Features
· Windows Networking with PDC Support
· File and Print Services
· Flexshares
· Groupware with Outlook Connector
· Mail Server - POP, IMAP, SMTP, Webmail, Retrieval
· Mail Filtering - Antispam, Antimalware, Greylisting, Quarantine
· Mail Archiving
· Database with MySQL
· Web Server with PHP Support

jangan kawatir atau takut sobat akan kesulitan mmakai OS ini karena dijamin sangat gampang, sobat juga bisa baca Modul ClearOS dari install sampai confignya sudah ditulis dengan rinci disini.

Download ClearOS

Download Modul ClearOS

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk sobat semua... trimakasih udah berkunjung...

Selasa, 30 Juli 2013

0 Membuat Laptop/Notebook kamu menjadi Hotspot dengan Virtual Router (untuk sharing internet)


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!


Sesuai namanya, Virtual Router merupakan aplikasi untuk menggantikan fungsi router sebagai pemancar sinyal nirkabel untuk berbagi koneksi internet. Meski tidak sepenuhnya menggantikan fungsi perangkat keras router, Virtual Router cukup tangguh digunakan sebagai media bagipakai jaringan internet sederhana. Syaratnya, PC atau laptop mesti memiliki Wi-Fi adapter untuk memancarkan sinyal nirkabel. Sementara di sisi klien, tentu saja diperlukan adanya dukungan koneksi Wi-Fi. Perangkat yang bisa mengakses Virtual Router tidak terbatas pada PC dan laptop saja, tapi juga berbagai jenis gadget, mulai smartphone hingga tablet PC.

Berikut adalah cara setting Virtual Wifi Router

1. Download programnya disini (175 Kb)
Password : leitekatze.com
2. Selanjutnya jalankan programnya. Lihat gambar yg ada tulisan klik 1 dan klik 2

3. Di bagian Share Net From, pilih tipe koneksi yang akan kamu sharing.
Disini saya menggunakan modem Smarfren untuk sharing internet, jadi saya pilih ZTE Wireless Modem. Lalu klik Configure
Kalau untuk merk modem lain caranya sama saja

4. Isikan Wi-Fi Name dan password lalu klik setup hotspot

5. Langkah terakhir adalah klik Start. Pengaturan selesai.  Selanjutnya tinggal mengkonekkan perangkat wireless ke Virtual Router

:)
Mengkonekkan ke virtual router dari komputer/laptop/notebook lain
1. Konekkan ke virtual router yang telah kita buat tadi

2. Masukkan  password yg kita Configure di Virtual Router tadi lalu klik OK

3. Horeeee…. sekarang kita telah berhasil membuat Virtual Router dan bisa internetan juga :D

Sekian tips sederhana dari saya.
Mohon di like jika menyukai artikel ini.

sumber  http://leitekatze.com/

Sabtu, 22 Juni 2013

0 Pengertian Kabel FO


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Kabel Fiber Optic (FO) adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam Kabel Fiber Optic (FO) tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi Kabel Fiber Optic (FO) sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Perkembangan teknologi Kabel Fiber Optic (FO) saat ini, telah dapat menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga kemampuan dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional. Dengan demikian Kabel Fiber Optic (FO) sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi. Pada prinsipnya Kabel Fiber Optic (FO) memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat didalamnya.
Efisiensi dari Kabel Fiber Optic (FO) ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas/kaca. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh Kabel Fiber Optic (FO).

Dalam penggunaan serat optik ini, terdapat beberapa keuntungan antara lain :

  1. Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
  2. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
  3. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
  4. Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
  5. Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api
  6. Tidak berkarat

Kamis, 06 Juni 2013

0 SETTING KONFIGURASI PC ROUTER DAN PROXY SERVER DEBIAN 5 LENNY


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!


Sedikit penjelasan untuk materi kali ini..
Apa itu PC Router ? PC Router adalah sebuah PC (Komputer) yang di alih fungsikan menjadi jembatan sebuah jaringan, yang cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan router seperti biasanya. Namun dengan menggunakan pc router kita bisa menambahkan banyak konfigurasi dan penambahan – penambahan fitur sebagai server. Salah satu nya adalah menambahkan setting Proxy server pada sebuah pc router.

Proxy server adalah salah satu jenis server dalam Linux Debian 5 yang dapat di terapkan pada pc router dan bekerja pada sebuah jaringan. Proxy server adalah sebuah server yang berfungsi untuk memberikan pembatasan/pemblokiran hak akses komputer client pada koneksi ke internet berupa keyword atau url sebuah situs di internet.


>>Konfigurasi PC Router

Pastikan bahwa computer yang akan menjadi PC Router mempunyai dua buah Lan Card.
Lan card 1 kita gunakan untuk koneksi ke Internet
Lan card 2 kita gunakan untuk terkoneksi ke jaringan local.

Login sebagai root

Masukan perintah berikut :


# nano /etc/network/interfaces (Enter)

Kemudian masukan konfigurasi di bawah ini :

            #The primary network interface
            allow-hotplug eth0
            iface eth0 inet static
                        address 192.168.3.11
                        netmask 255.255.255.0
                        network 192.168.3.0
                        broadcast 192.168.3.255
                        gateway 192.168.3.1

            allow-hotplug eth1
            iface eth1 inet static
                        address 192.168.10.1
                        netmask 255.255.255.0
                        network 192.168.10.0
                        broadcast 192.168.10.255

Setelah itu simpan konfigurasi tersebut dengan perintah :
Ctrl + O  (Enter)
Ctrl + X  (Enter)



Selanjutnya restart jaringan debian, masukan  peintah :


# /etc/init.d/networking restart (Enter)

Cek hasil konfigurasi dengan perintah :

# ifconfig (Enter)

Jika eth0 dan eth1 belum juga muncul pada hasil checking, kita harus melakukan perintah up pada masing – masing eth..

# ifup eth0 (Enter)

# ifup eth1 (Enter)

Lalu cek kembali hasilnya

# ifconfig (Enter)

Jika Eth0 dan Eth1 telah muncul kita bisa lanjut ke konfigurasi berikutnya.

Berikutnya kita akan setting DNS, kali ini kita gunakan DNS Google

# nano /etc/resolv.conf (Enter)

Masukan konfigurasi berikut ini :
          
            nameserver 8.8.8.8
            nameserver 8.8.4.4

Simpan konfigurasi diatas
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)

Restart kembali jaringan debian

# /etc/init.d/networking restart (Enter)

# ifup eth0 (Enter)

# ifup eth1 (Enter)

Kita aktifkan ipforward ke computer client, caranya :

# nano /etc/sysctl.conf (Enter)

Cari baris berikut
#net.ipv4.ip_forward=1

Lalu hilangkan tanda pagar, sehingga menjadi
net.ipv4.ip_forward=1


Jangan lupa simpan
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)

Setelah kita aktifkan, kita akan masukan konfigurasi ipforward, dengan perintah :

# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (Enter)

Lalu cek hasil ip_forward yang kita masukan,  Cara cek dengan perintah :

# cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (Enter)

jika hasilnya 1 berarti sukses.

Kemudian masukan konfigurasi IPTABLES untuk setting ketentuan ip ROUTER. Masukan perintah :

# iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE (Enter)

Lalu simpan dengan perintah :

# iptables-save  (Enter)


Dengan begitu PC ROUTER anda sudah siap untuk di gunakan sebagai router sebuah jaringan local. Namun konfigurasi IPTABLES di atas akan hilang saat computer anda restart ulang.
Jadi.. untuk mencegah hilangnya konfigurasi tersebut, kita harus menyimpan konfigurasi tersebut, sehingga akan di load secara otomatis oleh computer saat hidup. Caranya adalah sebagai berikut :

# nano /etc/rc.local  (Enter)

Masukan konfigurasi berikut di atas baris “Exit 0”

            echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
            iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE

lalu simpan
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)


Setelah itu reboot computer anda

# init 6 (Enter)



Setelah kita punya PC ROUTER dengan  Linux debian, selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi ip di computer client dengan sistemoperasi Windows

Ip address      : 192.168.10.2 ( disesuaikan dengan eth1 debian)
Netmask         : 255.255.255.0
Gateway         : 192.168.10.1 (ip eth1 debian merupakan gerbang ke internet)
DNS                : 192.168.3.1 (ip internet sekolah kita, yang akan menerjemahkan sinyal internet)


Setelah itu cek koneksi internet pada windows, jika sudah terkoneksi maka PC Router tidak punya masalah lagi. Kita bias langsung melakukan konfigurasi Proxy server.

Kembali ke computer debian, login sebagai root.

Install paket Squid untuk instalasi Proxy server, masukan perintah :

# apt-get install squid (Enter)

Setelah paket squid terinstall dengan sempurna, kita lakukan konfigurasi pada file Squid.conf

# nano /etc/squid/squid.conf (Enter)

Cari baris berikut ini :

            http_port 3128 tambahkan menjadi http_port 3128 transparent

Cari beris berikut :

            # cache_mem 8 mb hilangkan tanda (#) lalu ganti 8 mb menjadi 32 mb, sehingga menjadi baris
            cache_mem 32 mb

Cari baris berikut :

            # cache_dir ufs /var/spool/squid 100 16 256  hilangkan tanda (#) lalu ganti 100 menjadi 1000
            cache_dir ufs /var/spool/squid 1000 16 256

Cari baris berikut :

            # cache_mgr webmaster  hilangkan tanda (#),  ganti menjadi :
             Cache_mgr muhammad.javad@yadika.sch.id

Cari baris berikut :

            # TAG: visible_hostname
Ketikan dibawah #Default
          
            Visible_hostname www.yadika.sch.id



 Simpan konfigurasi diatas
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)

Berikutnya kita akan membuat file blokir untuk mentimpan daftar site yang kita blok

# nano /etc/squid/blokir.txt (Enter)

Masukan url website yang akan di blokir :

            www.facebook.com
            www.youtube.com

Simpan konfigurasi di atas :
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)


Selanjutnya masuk kembali ke konfigurasi squid.conf

# nano /etc/squid/squid.conf (Enter)

Cari baris berikut :

            Acl all src all
            Acl manager proto cache_object
            Acl localhost src 127.0.0.1/32
            Acl to_localhost dst 127.0.0.0/8

Kemudian tambahkan konfigurasi berikut ini di bawah baris tersebut :

            Acl lan src 192.168.3.0/24
            Acl blokir url_regex “/etc/squid/blokir.txt”

Cari baris berikut :

            http_access allow manager localhost

Lalu tambahkan baris berikut di atas baris tersebut :

            http_access deny blokir
            http_access allow all

Simpan konfigurasi diatas :
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)




Terakhir, sekarang kita akan membuat jembatan proxy ke jaringan local

# nano /etc/rc.local (Enter)

Tambahkan baris berikut sebelum Exit 0

            iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth1 –p tcp –dport 80 –j REDIRECT –to-ports 3128

Lalu simpan konfigurasinya
Ctrl + O (Enter)
Ctrl + X (Enter)

Berikutnya kita akan checking hasil konfigurasi untuk squid

# squid –k reconfigure (Enter)

Bila tidak ada notice berarti konfigurasi telah sukses dan bias di cek di computer klient.

Restart computer anda

# init 6 (Enter)


sumber : http://javad-maulidawati.blogspot.com/2012/03/setting-konfigurasi-pc-router-dan-proxy.html

0 Perintah-perintah Dasar di Linux Ubuntu Server


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Perintah-perintah Dasar di Linux Ubuntu.Ubuntu sangat terkenal dengan CLI-nya (Command Line Interface). CLI sendiri adalah antar muka yang tidak menyediakan grafik, baik berupa gambar-gambar, jendela-jendela ataupun animasi-animasi yang bisa memanjakan pengguna, melainkan hanya berupa teks yang harus diketikkan oleh pengguna. Jadi, apabila user ingin melakukan operasi dalam sistem operasi tersebut, misalnya melakukan copy,  rename,  cut, delete, dan sebagainya,  maka pengguna harus megetikkan perintah berupa teks dengan cara manual dan bukan dengan klik-klik seperti pada interface GUI (Graphic User Interface).
http://www.kangnanto.com/foto_berita/92linux.jpg
Berikut ini adalah beberapa perintah yang bisa digunakan di sistem operasi Ubuntu pada mode CLI, baik Desktop maupun Server, yang juga banyak untuk bisa digunakan pada distro yang lain. Pada contoh ini saya menggunakan Ubuntu Desktop 10.10.
1. sudo su
Digunakan untuk login sebagai root/pengguna tertinggi
Sintaks sudo su
2. login
Digunakan untuk login sebagai user lain, namun harus menjadi root dulu untuk bisa menjalankan peirntah ini.
Sintaks : login namauser
Contoh : login adam
3. cd
Digunakan untuk berpindah direktori
Sintaks : cd alamat_direktori
Contoh : cd /var/www
4. pwd
Digunakan untuk memperlihatkan di direktori mana posisi kita berada sekarang.
Sintaks : pwd
5. ls
Digunakan untuk melihat isi sebuah direktori.
Sintaks : ls
6. cp
Digunakan untuk melakukan copy file.
Sintaks : cp /direktori/file_yang_ingin_dicopy /direktori tujuan
Contoh : cp /etc/file1.txt /var/www
7. mv
Digunakan untuk melakukan memindahkan, cut atau rename file.
Sintaks :
mv /direktori/file_yang_ingin_dicut /direktori tujuan (cut)
mv /direktori/file_yang_ingin_direname /nama_baru_file (rename)
Contoh:
mv /etc/file1.txt /var/www
mv /etc/file1.txt file2.txt
8. mkdir
Digunakan untuk membuat folder baru.
Sintaks : mkdir nama_folder
Contoh : mkdir folder1
9. rmdir
Digunakan untuk menghapus folder.
Sintaks : rmdir nama_folder
Contoh : rmdir folder1
10. touch
Digunakan untuk membuat file baru.
Sintaks : touch nama_file
Contoh : touch file1.txt
11. rm
Digunakan untuk menghapus file.
Sintaks : rm nama_file
Contoh : rm file1.txt
12. more
Digunakan untuk menampilkan isi sebuah file
Sintaks : more nama_fie
Contoh : more file1.txt
13. echo
Digunakan untuk menuliskan sesuatu kata atau kalimat ke sebuah file.
Sintaks : echo “isi pesan” nama_file
Contoh : echo “Hai ini adalah contoh pesan” >> file1.txt
14. adduser
Digunakan untuk menambah user baru.
Sintaks : adduser nama_user
Contoh : adduser adamkurniawan
15. addgroup
Digunakan untuk menambah group baru
Sintaks : addgroup nama_group
Contoh : addgroup grup1
16. lsusb
Digunakan untuk melihat perangkat usb yang sedang terkoneksi ke komputer
Sintaks : lsusb
17. lspci
Digunakan untuk melihat perangkat pci yang sedang terkoneksi ke komputer
Sintaks : lspci
18. lshw
Digunakan untuk melihat hardware komputer.
Sintaks : lshw
19. dmesg
Digunakan untuk melihat hardware yang sedang beraktifitas
Sintaks : dmseg
20. top
Digunakan untuk melihat proses yang sedang berjalan, seperti Task Manager pada Windows.
Sintaks : top
21. cpuinfo
Digunakan untuk melihat spesifikasi komputer.
Sintaks : more /proc/cpuinfo
22. meminfo
Digunakan untuk melihat status RAM
Sintaks : more /proc/meminfo
23. clear
Digunakan untuk membersihkan layar
Sintaks : clear
24. halt
Digunakan untuk mematikan komputer, namun harus sebagai root.
Sintaks : halt
25. reboot
Digunakan untuk merestart komputer, namun harus sebagai root.
Sintaks : reboot
26. exit
Digunakan untuk keluar dari terminal.
Sintaks : exit
27. wget
Digunakan untuk mendownload via terminal
Sintaks : wget link_download
Contoh : wget www.insightcalendar.com/Insight_Calendar_1-1_Setup.exe
28. ifconfig
Digunakan untuk melihat konfigurasi ethernet/kartu jaringan.
Sintaks : ifconfig
29. apt-get
Digunakan untuk memperoleh paket/software dari repository ubuntu secara online.
Sintax : apt-get nama_paket
Contoh :
apt-get update (untuk melakukan update repository)
apt-get update wine (untuk mendapatkan paket wine)
30. tar
Digunakan untuk melakukan extract file.
Sintaks : tar [parameter] nama_file
Contoh : tar -xzvf komodo-edit-5.2.4-4343-linux-libcpp6-x86.tar.gz
31. nautilus
Digunakan untuk membuka tampilan GUI secara langsung.
Sintaks : nautilus
Contoh : sudo nautilus (menggunakan mode GUI dengan status root)
32. df -h
melihat sisa kapasitas harddisk.
sintaks : df -h
33. who     
digunakan untuk melihat nama login kita.
sintaks : who      
34. cat          
digunakan untuk membuka file.
sintaks : cat        
contoh: cat test.txt
35. date 
melihat tanggal
sintaks : date
36. cal
melihat kalender
sintaks : melihat tanggal
37. hostname 
Menampilkan nama komputer.
sintaks: hostname 
38. free     
Melihat Free memory.
sintaks: free     
39. History
melihat perintah apa saja yang pernah diketik
sintaks : History
40. deluser 
Menghapus user dari sistem
sintaks : deluser [nama user]

uname -r = Melihat kernel yang digunakan pada OS
uname -a = Informasi system kernel anda
cat /proc/cpuinfo = Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).
cat /proc/interrupts = Melihat alamat interrupt yang dipakai.
cat /proc/version = Versi dari Linux dan informasi lainnya.
cat /proc/filesystems = Melihat filesystem yang digunakan.
cat /etc/printcap = Melihat printer yang telah disetup
finger username = Melihat informasi user, coba jalankan; fingerroot
last = Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.
uptime = Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.
ps (=print status)= Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user
ps axu = Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal control, juga ditampilkan nama dari user untuk setiap proses.
top = Melihat proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan cpu.

apropos =  Untuk mencari perintah pada sistem operasi yang mempunyai fungsi yang sama. 
chmod = Mengubah perizinan suatu direktori/file. 
wc = Menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu file . 
man = Singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan halaman manual untuk semua perintah UNIX.
grep = Mencari isi suatu file di sembarang directori. 
pwd = Menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.
ps = Digunakan untuk memonitor informasi tentang proses yang aktif dalam sistem UNIX. 
kill =  Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan. 
bc = Perintah bc dapat digunakan sebagai calculator. 
wall = Pengiriman pesan oleh super user. 
:w di gunakan u/ menyimpan file or sama dengan (save).
:q digunakan u/ keluar dari editor tandan mentimpan file.
:wq digunakan u/ keluar dari editor sekaligus menyimpan file.
 
tail = Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file.
ls –l = Melihat semua file lengkap
ls -a = Menampilkan semua file atau direktori yang tersembunyi
ls -f = Menampilkan semua file atau direktori tanpa proses shorting
grep root /etc/passwd =  Mencari kata atau kalimat dalam file


Itu beberapa command yang saya ingat saat ini yang bisa digunakan dibanyak distro Linux, walaupun ada beberapa yang hanya khusus di Ubuntu saja. Jika ada yang saya ingat lagi, akan saya tambah. Semoga membantu, dan selamat belajar…

Jika suka dengan Artikel ini Klik Like/Suka ya. Terima kasih

About this blog